Gelapku dalam peradabanmu
Gelapmu dalam malam adalah keindahan
Gelapku dalam malam adalah kecemasan
Datang dalam diam lalu memuntahkan kegundahan
Gelapmu dalam malam adalah karunia
Gelapku dalam malam adalah petaka
Berpacu cepat, melekat dalam keringat-keringat birahi
Gelapmu dalam malam adalah kesunyian
Gelapku dalam malam adalah keriuhan
Tergagap begitu cepat lalu terjaga dalam kehati-hatian
Gelapmu dalam malam adalah kedamaian
Gelapku dalam malam adalah kecemasan
Begitu dingin menyelimuti hati, menimbulkan ghibah* tak bernyali
Gelapmu dalam malam adalah kenikmatan
Gelapku dalam malam adalah kekacauan
Begitu panas, memancarkan kebencian, menimbulkan luka dalam dendam
HITAM!
Pekat dalam kalbu
menyelimuti keangkuhan yang begitu keras lalu mengepal dalam dada
Pancarkan kekuatan semu, melemahkan nalar-nalar kebaikan
Di peradaban lain
Gelap adalah keindahan,
karunia,
juga kedamaian yang menimbulkan kenikmatan
untuk disyukuri
kontradiksi
pantulan cermin gelap malam-mu
dalam dunia “nyata”
adalah hedonisme
Ya Rabb
Padamu penguasa kesunyian
Tuntun kami dalam gelapmu
Tatih kami susuri pahala-pahala malammu
Lantunkan kami
nyanyian merdu serangga malam
Yang melafazkan asma-asma agungmu
Ya Rabb
Padamu penguasa Keabadian
Cerminkan kami pada kehidupan kekalmu
Tempat dimana kolam-kolam susu mengalir
Tempat dimana Engkau menyinari semua ruang dalam gelap
untuk saudara-saudaraku
di Cibeo – Baduy Dalam
Ghibah = gosip
he·do·nis·me /hédonisme/ n pandangan yg menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sbg tujuan utama dl hidup
30-07-09
10.10
14.39
31-07-09
09.38
Tidak ada komentar:
Posting Komentar