Keluarga baruku
saat aku putuskan untuk songsong fajar di ujung balingbing
ada sepoi yang menoreh pipi
seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati
pergi atau tetap diam dalam bimbang
pagi saat kutelusuri lapang di ujung gelanggang
ada sedikit sapa yang terus menggoda
berharap sedikit asa untuk menyapa
tak terasa, hati terbawa untuk terus melenggang
satu persatu asa mulai terbilang
menapak curam dengan perlahan
bahkan sedikit berlari tuk saling bertahan
rasasnya semua bagai mimpi
mengisi ruang hampa yang pernah hilang
ada genggam erat yang menggelayut dalam diri
menapak saling beriring, mendaki saling menopang
ada rasa saling percaya yang membuat hati menjadi lapang
seolah semuanya tak ingin lepas jauh dari sendiri
dalam hening saat semua lelah dalam pelukan alam
canda dan tawa menjadi satu yang langka
melepas semua cita dan duka
seolah semuanya hilang dalam egonya alam
tak terasa ada setitik embun bening menetes di pipi
rasa cita dan duka berubah menjadi terapi
merayap kesemua indra agar kita tetap terus berbagi
semua itu nyata dalam angan
dan tak terasa kita masih
bisa duduk bersama dalam sempitanya alam
bisa berjalan bersama dalam egonya alam
bisa berbagi bersama dalam keterbatasan alam
bisa bercanda bersama dalam kebisuan alam
bisa mendengkur bersama dalam keheningan alam
bisa menangis bersama dalam ganasnya alam
Bunga harumku yang tumbuh dalam cadas
Perlahan tapi pasti ada jalinan akar yang tumbuh dalam
bongkahan karang yang keras
Menjalar, merayap ke semua indra, merasuki
relung-relung cadas
HHHmmmmm.............tak ada kata yang terucap kecuali
sujud kepada sang kuasa
Ini adalah karunia, dalam gamangnya alam, ternyata ada
satu kehidupan yang akan menyusul asa
Begitu cepat semua menjalar ke seluruh nadi
menancap kuat ke perut bumi, memegang erat keseluruh
relung hati
Di permukaan, ada seutas daun yang mengisyratkan
kehidupan
Keluar dari pangkuan bumi, muncul sebagai sebuah
mahluk yang mulai mapan
Akkhhhh.......keharuman itu benar-benar menyeruak
keseluruh penjuru alam
Keharumannya menghentak bagaikan jeritan di kesunyian
malam
Terasa ada gemuruh dalam jiwa, mengganti waktu yang
telah kelam
Cahaya fajarpun berngganti, sedikit demi sedikit
menerangi hati yang telah tenggelam
Hai,......aku bersorak, aku melihat pagi!.
Aku mecium aroma bunga, seakan aku rasakan itu adalah
sebuah elegi
Hampir tak percaya aku rasanya, ada bunga yang bisa
tumbuh dalam bukit cadas yang mulai ternganga
Begitu tajam menusuk rana, membuat aku bergegas untuk
berdiri, lalu berjalan bahkan aku berlari untuk
melihat sang bunga
Ada aroma yang khas dari pancaran sang bunga
Harumnya membuka jiwa yang ternganga
Ya Illahi Rabbi, ini adalah amanhMu
Seperti Engkau amanahkan kepada sang fajar yang mutlak
dalam EdarMU
Perlahan tapi pasti ada jalinan akar yang tumbuh dalam
bongkahan karang yang keras
Menjalar, merayap ke semua indra, merasuki
relung-relung cadas
HHHmmmmm.............tak ada kata yang terucap kecuali
sujud kepada sang kuasa
Ini adalah karunia, dalam gamangnya alam, ternyata ada
satu kehidupan yang akan menyusul asa
Begitu cepat semua menjalar ke seluruh nadi
menancap kuat ke perut bumi, memegang erat keseluruh
relung hati
Di permukaan, ada seutas daun yang mengisyratkan
kehidupan
Keluar dari pangkuan bumi, muncul sebagai sebuah
mahluk yang mulai mapan
Akkhhhh.......keharuman itu benar-benar menyeruak
keseluruh penjuru alam
Keharumannya menghentak bagaikan jeritan di kesunyian
malam
Terasa ada gemuruh dalam jiwa, mengganti waktu yang
telah kelam
Cahaya fajarpun berngganti, sedikit demi sedikit
menerangi hati yang telah tenggelam
Hai,......aku bersorak, aku melihat pagi!.
Aku mecium aroma bunga, seakan aku rasakan itu adalah
sebuah elegi
Hampir tak percaya aku rasanya, ada bunga yang bisa
tumbuh dalam bukit cadas yang mulai ternganga
Begitu tajam menusuk rana, membuat aku bergegas untuk
berdiri, lalu berjalan bahkan aku berlari untuk
melihat sang bunga
Ada aroma yang khas dari pancaran sang bunga
Harumnya membuka jiwa yang ternganga
Ya Illahi Rabbi, ini adalah amanhMu
Seperti Engkau amanahkan kepada sang fajar yang mutlak
dalam EdarMU
Datang, pergi dan takkan kembali
Dulu saat bermain menjadi satu KEBUTUHAN
rasanya WAKTU cepat sekali berlalu
tak terasa esok telah menjelang
usai sudah kecerian bersama
berganti dengan kelelahan dan harapan
Saat belajar dan berkarya menjadi satu TANGGUNG JAWAB
rasanya berburu dengan WAKTU adalah kesempatan
2.......3........4.............semua berjalan dengan cepat
rasanya tak nyata bila berhasil mengejarnya
Kini saat keluarga menjadi satu AMANAH
rasanya tak terbayang dapat memikulnya
semua datang secepat kilat
menghantar, lalu pergi secepat cahaya yang tak kembali
Saat KASIH SAYANG menjadi satu KEBUTUHAN
Ikhlas dan Ikhsan adalah jawaban
agar semua dapat beriringan
berjalan sampai TUJUAN
begitulah WAKTU
semuanya
Datang, pergi dan Takkan kembali
Dulu saat bermain menjadi satu KEBUTUHAN
rasanya WAKTU cepat sekali berlalu
tak terasa esok telah menjelang
usai sudah kecerian bersama
berganti dengan kelelahan dan harapan
Saat belajar dan berkarya menjadi satu TANGGUNG JAWAB
rasanya berburu dengan WAKTU adalah kesempatan
2.......3........4.............semua berjalan dengan cepat
rasanya tak nyata bila berhasil mengejarnya
Kini saat keluarga menjadi satu AMANAH
rasanya tak terbayang dapat memikulnya
semua datang secepat kilat
menghantar, lalu pergi secepat cahaya yang tak kembali
Saat KASIH SAYANG menjadi satu KEBUTUHAN
Ikhlas dan Ikhsan adalah jawaban
agar semua dapat beriringan
berjalan sampai TUJUAN
begitulah WAKTU
semuanya
Datang, pergi dan Takkan kembali
Saya, Anda dan Kalian
Saya, Anda dan Kalian
Adalah awal dari sebuah langkah untuk mengawal arti dari kebenaran
Saya, Anda dan Kalian
Berpijak dari satu gerakan yang harus terus maju untuk setia kepada yang benar
Saya, Anda dan Kalian
Harus menjadi satu rangkaian gerak yang tak terputus
Saya, Anda dan Kalian
Adalah pusaran kuat yang dapat mengendalikan kemana arus deras mesti mengalir
Saya, Anda dan Kalian
Adalah kekuatan harmoni yang menjadi satu kesatuan yang menye-imbangi semua gerakan
Saya, Anda dan Kalian
Adalah kekuatan kasih sayang yang mengusir segala bentuk kekerasan
Saya, Anda dan Kalian
Adalah kedamaian
Langganan:
Postingan (Atom)